Jumat, 01 September 2023

EFISIENSI PAKAN DENGAN APLIKASI MAGGOT

 Pakan memegang peran penting pada ternak ayam. Pakan mempengaruhi pertumbuhan, produksi, dan juga produktivitas. Hingga pemenuhan kebutuhan gisi dan nutrisi bagi ayam menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Meski demikian pemberian pakan pada ayam kampung tidak  serumit dan sesulit pada ayam jenis lainnya seperti ayam Broiler dan ayam Petelur (layer).

Banyak jenis bahan pakan bisa diberikan untuk pemeliharaan ayam kampung. Bahan pakan yang sudah umum diberikan seperti konsentrat, dedak, dan jagung. Selain itu masih ada jenis pakan alternative yang bisa diberikan  berupa sisa dapur atau warung , nasi kering, mie instan remuk, bihun BS, dan beras rejek, dll.Bahkan akhir-akhir ini kita sering mendengar Maggot BSF sebagai pakan alternative bagi ternak ayam. Pakan alternative ini diklaim dapat mengefisienkan pengeluaran untuk biaya pakan.Untuk itu peternak perlu memperhatikan  agar pengeluaran biaya pakan bisa seefisien mungkin, karena dalam pengusahaan ayam biaya untuk pakan merupakan komponen terbesar yang bisa mencapai hampir 70% dari seluruh biaya produksi. Untuk memperoleh keuntungan besar maka peternak dapat melakukan penghematan pakan dengan cara salah satunya melakukan pemeliharaan ayam bersama magot secara terintegrasi.

Dalam buddaya ayam kampung, pemberian pakan yang perlu dilakukan adalah menyiapkan ransum dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu Protein Kasar (PK) sebesar 12% dan Energi Metabolis (ME) sebesar 2.500 k.kal/kg.

Sebelum lebih jauh bagaimana cara pemeliharaan ayam kampung tentang bagaimana cara budidaya ayam terintegrasi dengan magot, terlebih dahulu kita bicarakan tentang maggot. Maggot atau dikenal dengan maggot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva atau belatung dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon,  biasa disebut dengan larva lalat tentara hitam. Siklus hidup lalat tentara hitam (BSF) cukup singkat yaitu berlangsung selama 40-43 hari. Siklus hidup magot dimulai dari lalat dewasa, telur, larva, pre pupa, dan pupa. Lebih rincinya, fase metamorphose maggot terdiri dari fase telur selama 3 hari, larva atau magot 18 hari, pre pupa 14 hari, pupa 3 hari, dan lalat dewasa 3 hari. Lalat betina mampu menghasilkan 185- 1235  telur dan akan mati setelah kawin.

Keuntungan memelihara lalat BSF yaitu siklus pertumbuhannya cepat, ketersediaanya melimpah, produksinya bisa memanfaatkan sampah/limbah organik, mengandung anti jamur, dan tidak bersaing dengan manusia dalam memenuhi kebutuhan pangan. Siklus maggot yang dimulai dari maggot dewasa hingga menghasilkan telur, kemudian larvanya seperti pupa, digunakan untuk bahan pakan sumber protein.  Maggot akan bertelur yang nantinya akan dibesarkan sampai menghasilkan larva. Umumnya, pada umur 15 hari sudah dapat dipanen, untuk dijadikan pakan ayam peliharaan.

Cara budidaya maggot BSF cukup sederhana. Larva BSF dapat memanfaatkan left over (sampah) seperti sisa sayuran maupun buah-buahan yang bersifat organic, termasuk kotoran ayam. Pemeliharaan magot dapat juga menjadi pilihan terbaik dalam menanggulangi kotoran ayam yang menggunung.

Dalam pemeliharaan ternak ayam bersama magot, sebaiknya kandang ayam dibuat  berbentuk kandang panggung. Kandang  dibuat kira-kira 1 meter dari lantai, kemudian di bawah kolong kandang dibuatkan biopon atau kotak yang terbuat dari kayu atau bahan lain yang bisa menampung kotoran ayam dan ceceran pakan. Nah pada biopon bawah kandang itulah maggot dapat dibudidayakan. Maggot dapat besar dan berkembang dengan memakan kotoran ayam yang tertampung pada biopon. Lebih baik lagi bila terdapat sisa dapur atau limbah rumah tangga organik lainnya dapat ditambahkan pada biopon agar maggot dapat menerima asupan pakan yang cukup, sehingga maggot akan cepat menjadi besar. 

Maggot BSF dapat dikembangkan dengan menggunakan telur. Telur maggot dapat diperoleh dengan menghadirkan lalat BSF dengan cara sederhana yaitu dengan menaruh buah busuk ke dalam kotoran ayam, maka akan muncul moggot (larva lalat tentara hitam BSF) di tempat kotoran ayam. Bila ingin yang lebih mudah, telur dapat diperoleh dengan cara membeli, harganyapun cukup murah. Kemudian telur diletakkan pada biopon kotoran ayam di bawah kandang yang dibuat dengan system panggung, atau untuk lebih baiknya, kotoran ayam dilakukan fermentasi terlebih dahulu selama 7 hari sebagai media untuk penetasan maggot atau dapat menggunakan dedak halus yang telah dicampur dengan air mendidih sehingga menjadi seperti adonan bubur. Telur maggot yang disiapkan kemudian ditaruh di atas adonan yang sudah dingin dengan menggunakan kertas kecil, setelah itu tutup adonan yang diatasnya terdapat  telur maggot dengan menggunakan strimin. Setelah 7 hari penetasan maggot dapat dilihat maggot kecil atau yang disebut baby maggot.. Pindahkan maggot kecil ke atas biopon atau di atas kotoran ayam yang ada di kolong kandang, dalam waktu 15 hari sejak menetas maka maggot dapat dipanen. Hasil panenan maggot ini dapat langsung diberikan kepada ayam peliharaan.

Maggot memiliki kandungan nutrisi tinggi baik protein, asam amino, asam lemak, serta mineral, dan ini berpotensi sebagai alternatif pakan ternak unggas. Berdasarkan hasil kajian atau penelitian menggunakan analisa proksimat, maggot mengandung Protein Kasar (PK)  dan lemak cukup tinggi. Kadar lemaknya berada di atas 20% tergantung dari makanannya, sebab kandungan  nutrisi dari maggot tergantung pada asupan pakannya. Bungkil sawit merupakan pakan maggot yang menghasilkan pertumbuhan yang paling  baik.

Pemberian maggot dalam bentuk segar sudah banyak dilakukan oleh peternak. Mengingat larva maggot setelah dipanen akan cepat membusuk bila tidak segera diawetkan, maka perlu dilakukan pengolahan maggot untuk menjadi tepung maggot, sehingga bisa disimpan jika produksi maggot banyak, dan tidak segera diberikan pada ayam.

Nah untuk pemeliharaan ayam yang terintegasi dengan maggot dilakukan seperti memelihara ayam kampung biasanya, yaitu pemberian pakan, minum, vaksin, dan pengendalian penyakitnya sama sebagaimana memelihara tanpa integrasi maggot. Sedikit yang berbeda adalah bentuk kandang. Kandang ayam integrasi maggot seperti yang sudah diuraikan di depan, sebaiknya dilakukan pada kandang dengan sistem panggung,  atau kandang bertingkat yang dibuatkan biopon dibawah lantai kandang, sehingga kotoran ayam dapat langsung turun ke bawah (kolong) atau biopon yang sudah disiapkan. Pada biopon inilah maggot berkembang. Sangat mudah untuk dilakukan, dan bukan merupakan hal sulit untuk dilakukan, hanya butuh ketekunan.

Menurut beberapa praktisi yang sudah memelihara ayam bersama maggot, bahwa dengan memelihara ayam bersama maggot dapat menghemat pakan konvensional hingga 25-40%. Dan ternyata manfaat lain yang dialami oleh pembudidaya , dengan maggot bisa mengatasi permasalahan sampah dari yang tidak bernilai menjadi bernilai ekonomis. Manfaat lainnya, yaitu maggot dapat mereduksi bau potensial limbah sekitar 50- 60% sehingga dapat mereduksi polusi, bakteri patogen, bau, dan mampu menekan populasi lalat rumah dengan mengurangi kesempatan lalat rumah untuk bertelur/oviposisi.(Dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BIOGAS

  Biogas adalah gas yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yan...